RING DIESEL-BENSIN HADIR DI :

- BCA, BNI, & MANDIRI VISA-MASTER CARD
> Cicilan Bunga 0% Hanya didaerah Kota BANDUNG Hub Customer Service 022-5411689 atau Cihamplas Motor Jln. Cihamplas no.44 Bandung.

- Auto Show Trade Fair Surabaya - Tunjungan Plaza lt.6
> 4 - 8 Agustus 2010



Free Counters
Free Counter

MENGUAK MISTERI BENSIN PANAS

06 Agustus 2007 - 01:59 WIB

Alat pemanas solar untuk mobil diesel sudah jamak dipakai. Fungsinya membantu proses pengabutan bahan bakar disetiap nosel injektor. Suhu tinggi alat pemanas tadi membuat solar lebih encer, sehingga nosel menyemprotkan solar dalam bentuk kabut.
Perangkat ini dulu dipakai industri macam boiler alias mesin steam (uap) atau tungku bakar, yang mengkonsumsi minyak diesel (solar berkualitas rendah ). Sekarang, bagaimana bila konsep yang sama diberlakukan ke bahan bakar bensin? Apakah memiliki "kesaktian yang sama?

AIR DAN MAGNET

Produsen 'Ring Bensin' dari Bandung coba membuktikannya. Lewat alat berupa tabung yang memiliki pemanas,bensin dipanaskan setara temperatur kerja mesin. Banyak pendapat yang pro maupun kontra seputar prinsip pemanasan bensin ini.

Ada yang menilai tak banyak berguna, karena bensin sendiri sudah mudah menguap. Sehingga tidak perlu dipanaskan lagi. Ada juga yang mengatakan, seharusnya bahan bakar bensin harus bersuhu dingin agar bensin yang masuk ke ruang bakar lebih padat.

Terlepas mana yang salah dan benar, ada baiknya mengenal terlebih dahulu alat unik ini. Komponennya berupa tabung stainlees steel yang memiliki 2 inlet dan 2 outlet. Konsepnya mirip memasak air di panci, bedanya kali ini bensin yang dipanaskan.

Sepasang inlet dan outlet kecil untuk keluar masuknya bensin ke dalam tabung. Sepasang lagi (berukuran lebih besar) untuk keluar masuk air yang mengambil sumber dari sistem pendingin mesin. Bensin yang masuk ke dalam tabung dipanaskan oleh air bersuhu mencapai 70-80c.

Di dalam tabung air berdaya tampung sekitar 400cc ini terdapat selang logam sebagai jalur bensin yang akan dipanaskan, sebelum masuk ke injektor atau karburator. Alat yang sama pernah dibuat pada tahun 1996 bernama 'Barong'. Pada tahun 1997 memakai pemanas listrik sebagai pengganti air radiator.

Selain pemanas, di dalam tabung Ring Bensin juga ada tambahan berupa magnet berkekuatan 12.400 gauss berfungsi sebagai pengurai molekul bensin yang sudah dipanaskan agar mudah mengikat oksigen.
Hasilnya bisa ditebak, bahan setengah gas yang sudah terurai (ionized) menjadi ion, dapat menghasilkan daya ledak jauh lebih baik saat berada di ruang pembakaran. Otomatis tenaga mesin bertambah yang disertai emisi gas terbuang rendah.


PENGABUTAN BENSIN

Kombinasi alat '2 in 1' ini bukan pertama kali dibuat. Namun, pemanasan bahan bakar bensin sebagai upaya memperbaiki sistem pengabutan masih awam bagi sebagian besar masyarakat. Ada pemanasan bensin ini menimbulkan pertanyaan.

Apakah alat ini bekerja secara efektif dan tepat sasaran? Dr. M. Nasikin, kepala Departement Gas da Petrokimia, Fakultas teknik Universitas Indonesia mengatakan bahwa "Perlu analisis terhadap bahan bakar bensin itu sendiri". Ternyata, pemanasan memang dapat meningkatkan sifat bensin.
Tetapi harus memenuhi beberapa syarat penting. Jadi tidak asal dipanaskan saja. Peningkatan sifat-sifat bensin salah satunya dengan proses isomerisasi yang lazim menggunakan katalis (pereaksi) bernama zeolit.
Dr. M. Nasikin mengatakan bahwa " proses ini membuat rantai lurus oktana (pembuat nilai oktan dalam bensin) dengan rumus kimia C8H18 jadi becabang makin banyak, nilai oktan juga meninggi. misalnya rantai oktan lurus bernilai 50, maka rantai cabangnya (iso-oktana) dapat mencapai 100 oktan".
Panas tinggi dan katalis merupakan dua faktor yang tak dapat dipisahkan. Rantai hanya dapat lepas dengan adanya katalis. Energi pemutus rantai perlu suhu 200c sedangkan suhu radiator mobil berkisar 80-90c jelas tidak cukup apalagi tanpa katalis. Dengan kata lain, daya magnet yang berkekuatan 10.000 gauss menjadi kunci utama alat ini.

KOMPONEN MESIN AWET

Pemanasan lewat air radiator (sistem pendingin mesin) hanya membantu proses pengabutan di spuyer nosel atau karburator. Karena bensin yang semula cair, kini memiliki tekanan cenderung lebih tinggi.
Proses kerjanya jadi mirip Fuel regulator yang meningkatkan tekanan bensin di nosel injektor. Bedanya regulator memakai konsep pemampatan untuk mencari tekanan yang diinginkan. Sementara Ring Bensin menggunakan konsep pemanasan.
Komponen mesin dan pasokan bahan bakar jadi lebih awet karena bensin yang dipanaskan sudah memiliki tekanan, jadi beban kerja nosel injektor lebih ringan dan deposit akibat sisa pembakaran hampir tidak ada. Hal ini sudah terbukti dari test CO dan pengesekan busi pada saat pengetesan.

Untuk membuktikan teori ini, kru OTOMOTIF melakukan uji coba langsung pada alat ini dengan memakai dynamometer. Dari beberapa kali test pada mobil Toyota Kijang kapsul 1997(1,800cc karburator) memang terbukti adanya peningkatan tenaga dan torsi maksimal pada putaran mesin tertentu ( lihat tabel).
Adanya peningkatan tenaga terasa di 4.500 rpm (putaran mesin tertinggi pada gigi 4) menurut kru otomotif Sigma speed yang menangani dyno test, adanya peningkatan tenaga hingga 2,4dk dan dapat lebih baik untuk masa yang akan datang karena Ring Bensin terus beradaptasi dengan mesin

Berita Lainnya :